Buscar

My Brooch Box



Aku sangat senang sekali bila mendapatkan hadiah, mung kin orang lain juga akan senang bila mendapatkan hadiah. Makanya, budayakan deh saling memberi hadiah ke orang-orang yang kita sayangi agar makin saling menyayangi.

Simak deh hadist ini "Hendaklah kalian saling memberi hadiah, kerana hadiah itu akan menjadikan kalian saling mencintai" (HR. Malik dalam "Al-Muwatha"). ^_^

Aku dapat kotak bros ini beberapa bulan lalu, ketika acara tukar kado kelompok liqo ku di DPC Kalasan. Acara Tukar kado waktu itu di RM. Sego Wiwit sekalian perpisahan dengan rekan-rekan karena akan ada rolling liqo. Hiks....

Ini nih kotaknya, handmade sepertinya dan bermanfaat banget buatku :*. Ukurannya 15 cm x 10 cm, kecil tapi lumayan muat banyak. Motifnya kotak-kotak kecil makin keliatan imut-imut aja, kayak aku *ngarep :p. Ada 3 laci di kotak ini, isinya apa aja? Sini kukasih tau deh.
Ini laci pertama, isinya bros kecil-kecil juga peniti dan jarum yang biasanya kupakai untuk mengaitkan kerudungku. Ukuran bros di laci pertama ukurannya mini semua paling sekitar 1-2 cm saja. Bros kecil-kecil ini yang paling sering kupakai, makanya sampai banyak yang rusak dan hilang manik-maniknya. Jadi gak kinclong deh hehe


Isinya apa nih, ada yang bisa nebak? Yup, bros lagi. Tapi di laci kedua ini, khusus bros yang terbuat dari kain. Bentuknya sih rata-rata bunga dan warnanya terang. Lucu ya! Sayangnya, karena terbuat dari kain, bros model begini gampang kotor. Kalau dicuci khawatir aja bisa rusak. Hmm.


Nah, di laci paling bawah ini ku-isi macam - macam bros yang berat-berat. Soalnya ukurannya besar dan rata-rata terbuat dari besi atau kerang. Bros di laci ini paling jarang kupakai. Soalnya kadang malu juga pake bros besar kayak mau kondangan :D Apalagi bros yang bentuknya macan, dulu pas beli iseng aja. Tapi gak berani makenya, sangar banget. Xixixi. 



Hehe, semoga menginspirasi ya upload-an saya ini dalam menata pernak pernik. Agar pernak pernik selalu awet dan terjaga kebersihannya. :p


By The Way, ada info penting neh...

Grab It Out, Free!
Sista semua, aku mau bagi-bagi produk gratis neh. Simak aja deh yang ngrasa pakai produk dari Naava Green atau La Tulipe silakan ambil, GRATIS!!! Produk – produk ini memang sempat kupakai, tapi karena gak cocok dengan kulitku yang sensitif makanya aku gak meneruskan penggunaan produknya. Bukan karena produk ini gak bagus yaa, tapi memang kulitku mudah alergi. Adek saya menggunakan produk dari naava green cocok-cocok saja.

 
Check nih list di bawah ini:
-          Naava Green, Krim Anti Iritasi (NG-AI)
-          Naava Green, Krim Pagi (NG-AC2)
-          Naava Green, Krim Malam (NG-RA2)
-          Naava Green, Milk Cleanser (100gr)
-          Naava Green, Skin Toner (100ml)
-          Naava Green, Facial Wash (100ml)
-          La Tulipe, Acne Evening Gel (25g)
-          La Tulipe Acne Care Cream (25g)

Lumayan kan sista, paling gak sih bisa menghemat 200 ribuan hehe. Komen aja kalau mau :)


Ciri - Ciri Ikhwan Genit


Wow, dapet bacaan seru neh. Keknya pernah ketemu ikhwan model begini dan sempat sempet hati ini ikut kesambet hehe. Masyaallah. Yang merasa mirip seperti ikhwan model begini pasti senyam senyum deh, senyum kecut xixixi. Sumber tulisan dari : https://www.facebook.com/permalink.php?id=335454579848101&story_fbid=578973758829514
Ciri - Ciri Ikhwan Genit

1. Ikhwan genit akan bergaya dia paham agama tapi sebenarnya biasa-biasa saja.

2. Ikhwan genit jarang ke Masjid, ke Masjidnya pas jum’atan saja. Pas Jum’atan aja masih diselingi ngantuk, rame sendiri, dan sibuk dengan HP nya.

3.Ikhwan genit, akan… menyingsingkan celananya alias menjadi sosok congklangers ( biar ga isbal ) di depan para akhwat sedang klo bertemu dengan cewek biasa diturunkan lagi celananya.

4.Ikhwan genit suka chating dengan akhwat, diskusi dengan hal-hal yang ga perlu, katanya segalah dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah.

5.Ikhwan genit suka nelpon-nelpon akhwat tanpa agenda yang jelas, lama banget,n mendayu-dayu, padahal sms saja bisa.

6.Ikhwan genit, memanfaatkan amanah dakwah nya untuk kepentingan dirinya, dan menseleksi akhwat, menilai akhwat layak tidak untuk dirinya, sekufu tidak dengan dirinya,dan orientasi pribadi lainnya.

7.Ikhwan genit memanfaatkan kepandaiannya dalam skill tertentu untuk menarik akhwat, misal skill memperbaiki komputer,HP, pemrograman, buat blog (site) dan buat proposal atau kerja teknis lainnya.

8.Ikhwan genit berjalan suka jelalatan, klo ada akhwat yang melintas di depannya selalu memberi penilaian, “ akhwat ini 80, akhwat itu 70 … dsb”

9.Ikhwan genit, sok perhatian ke akhwat, mempunyai belas kasihan yang terlalu berlebihan, padahal biasa-biasa saja sebenarnya bisa.

10.Ikhwan genit, suka bercanda dan cair dengan akhwat, dan ga risih dengan syuro yang berhadap-hadapan.

11.Ikhwan genit suka sekali sms tausiyah padahal sebenarnya dia lagi kangen saja sama akhwat idolanya, menurut saya etika sms tausiyah,” sent to all”, ga ada spesifikasi untuk ikhwan/akhwat tertentu, atau untuk lebih berhati-hati ikhwan sms tausiyahnya ke ikhwan dan akhwat ke akhwat.

12. Ikhwan genit yang kebetulan mendapat amanah di kaderisasi, perhatian n sok campur tangan dengan kaderisasi akhwat, padahal jelas-jelas kaderisasi ikhwan dan akhwat benar-banar sesuatu yang terpisah, dan semuanya sudah ada yang ngurusin.

13.Ikhwan genit suka menjanjikan “ nikah “ kepada seorang akhwat padahal itu masih lama banget menikahnya alias ngetek duluan, n yang terjadi akhirnya adalah back street.. wew parah!!

14.Ikhwan genit suka koleksi foto akhwat, dan suka menge-crop foto akhwat yang jadi idolanya, dan lebih gila lagi, menjadikannya background atau screen servernya di komputernya atau laptopnya.

15.Ikhwan genit suka koleksi teman-teman akhwat dengan FB, YM, dan sok perhatian ngasih komen di FB nya.

16.Ikhwan genit ga suka kajian, tapi seneng beli buku, padahal bukunya juga ga di baca.

17.Ikhwan genit suka jalan-jalan di Sunday morning dan melotot lihat akhwat cantik, n ga bisa Godhul bashor, ayo ikhwan tundukkan pandanganmu, biar kami bisa leluasa kalau harus berjalan di depanmu. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. (QS.An-Nuur[24]:30-31″)

18. Ikhwan genit dalam obrolan teman sesamanya yang dibicarakan selalu seputar akhwat, minim membahas ilmu dien, dan strategi dakwah.

19.Ikhwan genit sering berkunjung ke tempat akhwat, banyak sekali alasannya, entah mau pinjem buku, mau ngantar sesuatu, atau apalah tanpa ada alasan yang jelas.

20.Ikhwan genit suka tertawa terbahak-bahak ga karuan kalau lagi berkumpul sesamanya, padahal kelihatannya antheng & alim banget pas di depan akhwat & pas syuro’.

Jadi ikhwan jangan genit..!! status tiap menit ganti, yang dibahas tentang isi hati. Buka-bukaan ngincer ci wati, nunjukin diri lg patah hati. Minta di komen agar tidak bunuh diri, weleh-weleh ko nulis status bikin ruhiyah mati.

Jadi ikhwan jangan lebay lah! tujuan dakwah bukan amanah, tapi cari aminah aminah dapat pingin walimah padahal belum punya ma’isyah. akhirnya dakwahnya hilang dihutan antah barantah.. Hayoo ada yg pernah ketemu ikhwan kaya gini gak ??

Ayat Mutasyabihat dan Huruf Muqotta’ah



Hari ini seperti biasanya aku mengajar di MDA. Pulang dari kampus sekitar jam satu siang, kulanjutkan untuk istirahat dan tidur. Alarm di hape sengaja ku setel jam 3 sore agar bisa bangun dan datang ke MDA tidak telat karena mengajar di MDA dimulai pukul setengah empat sore.

Mungkin karena ngantuk, pukul tiga lebih dua puluh menit aku baru bangun. Ya sudah akhirnya aku terburu-buru untuk datang ke MDA, kuputuskan tak usah mandi saja. Biarlah mandi sehabis TPA saja hehehe.

Sesampainya di MDA, ternyata seluruh ustadz/ah mengajar dan berkumpul di kelas A. ‘Ada apa ini?’, pikirku. ‘Oh mungkin, anak-anak kelas B dan C banyak yang tidak berangkat jadi dikumpulkan seluruh kelasnya’. Memang begitu di TPA kami, jika anak-anak yang datang sedikit maka seluruh santri dikumpulkan dalam kelas besar (klasikal), akan tetapi bila santri banyak yang datang maka langsung masuk ke kelas masing-masing.

Kulihat di kelasku, eh ternyata ada 6 orang santri, Alhamdulilah :p. Ini merupakan hari kedatangan santri terbanyak dalam bulan ini, padahal di hari normal mungkin lebih dari 12 santri di kelasku. Karena cuaca sering hujan di sore hari dan juga anak-anak sedang ujian di sekolah, mereka jadi malas TPA. Beruntung hari ini banyak yang datang, jadi semangat deh.

Sayangnya hehe, aku belum mempersiapkan materi untuk mengajar. Ya sudah anak-anak langsung kuberikan tugas saja. Tugasnya adalah mencari ayat-ayat Mutasyabihat yang berupa huruf Muqotta’ah. Tentu saja murid-muridku langsung bingung, terutama si Agnes ‘Mbak, ahhh aku gak tau’. Hehe kujelaskan saja ciri-cirinya, tetapi yang mudah dipahami anak-anak.

Ciri yang pertama, ada di awal surat. Kedua, tidak ada harokatnya. Ketiga, dulu sebelum naik ke kelas Al-Quran ayat-ayat itu ada di jilid 6 sebelum EBTA. Eh, anak-anak langsung paham, walau ada juga yang masih bertanya terus.

Mutasyabihat dan Muqotta’ah

Mutasyabihat  berasal dari kata Tasyabuh yang secara bahasa berarti kemiripan, keserupaan, kesamaan yang biasanya merupakan kesamaan pada dua hal. Mutasyabihat ini dijelaskan dalam surat Ali-Imran : 7, isinya : Dialah yang menurunkan Al-kitab (Al-qur’an) kepada kamu, diantara isinya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok isi Al-quran dan yang lain ayat-ayat mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong padanya unuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya selain Allah. Dan orang-orang yang mendalami ilmunya berkata “kami beriman kepda ayat-ayat yang mutasyabihat. Semuanya itu dari sisi Tuhan kami: dan tidak dapat mengambil pelajaran (dari padanya) melainkan orang-orang berakal.
 
Jelas ya, dari ayat tersebut ayat-ayat mutasyabihat belum diketahui maknanya oleh orang awam, dan hanya Allah saja yang tahu. Tetapi di situ juga dijelaskan hanya orang-orang berakal saja yang dapat memahami maksudnya. Orang-orang berakal disini adalah orang-orang yang bisa dibilang sebagai ahli agama, pakar ilmu, dan orang-orang yang dipilih Allah untuk dapat memahaminya.

Salah satu contoh ayat mutasyabihat adalah susunan huruf Arab dalam Al-Quran yang biasanya berada di awal surat. Susunan huruf ini tidak memiliki arti apa-apa jika diartikan dalam bahasa Arab. Susunan huruf-huruf inilah yang disebut sebagai huruf Muqotta’ah.

Contoh susunan huruf Muqotta’ah yang ada dalam Al-Quran antara lain: alif lam mim, alif lam raa, alif laam miim raa, alif laam miim shad, tha siim miim, kaf ha ya ‘ain shad, nun, shad, thaha, yasiin, hamiim. Ada 29 surat yang diawali dengan huruf-huruf ini, dan beberapa ada yang merupakan pengulangan dari yang sudah ada dalam surat sebelumnya.Semoga dengan membaca ayat Mutasyabihat dan menyimak huruf – huruf Muqotta’at yang ada dalam Al-Quran, semakin meningkatkan motivasi untuk selalu belajar dan mendalami Al-Quran.

Semoga bermanfaat. Cheers!
Mohon maaf bila ada salah pemahaman, sedang belajar. Mari belajar bersama :D





Nrimo ing Pandum



Isuk – isuk mruput sak bubare sholat subuh nang mesjid ngono mbah Rubiyem wes jengkar nyiapake keperluane. Senajan pandhelengane wes ra permono, nanging yo isih biso nyapu latar nganti resik raono sing kliwatan barang sak cluwik. Sak rampunge nyapu yo langsung olah – olah adhang sego lan goreng tempe kanggo sarapan sak durunge mangkat ngiderke dodolan ‘torek’ moto lan korek, ugo tempe sing dibunteli nganggo godhong. Mbah Rubiyem pancen saben dinane gawe tempe sing dibunthel godhong gedhang, amarga krasa rasane luwih enak tinimbang tempe sing dibunthel plastik.

Umure wis ngancik wolung puluhan tahun nanging awakke isih jejeg, isih rosa gendhong tenggok  sing abote pirang – pirang kilo mubeng dodolan nganti tekan pasar Prambanan. Ananging mangkono dasare wes wong tuwa, mlakune ora iso cepet  mung  timlik – timlik sak tekane. Tur maneh leh nganggo jarik kanthi mlithit wes kaya Putri Solo, marakake lakune tansoyo rindhik. Wayahe bedhug luhur, Mbah Rubiyem biasane wes bali tekan ngomahe. Ngono kuwi saben dinane ra tau sambat kesel utawa males – malesan, anane mung semangat golek rejeki sisan golek kesihatan. ‘Sanajan aku wes wong tuwa, ananging aku yo isih seneng mlaku – mlaku. Awakke sehat tur yo seneng ketemu sedulur ngendi endi ’, ngono kuwi wangsulane mbah Rubiyem.

Sholat limang wektu terus dilakoni, moco dzikir ra tau lali. Sanajan leh moco donga wes klira – kliru ananging niate pancen amemuji marang gusti kang maringi urip. Donga saben dinane, “Mugo – mugo kabeh anakku dadi wong sukses, dadi uwong sing andhap asor lan tansah eling marang sing kuasa”. “Pripun to mbah resepipun supaya urip tansah seneng lan eling?”, ngoko pitakonane si Tri ing sawijining dino. “Owalah le, urip ki kudu ana limang perkoro. Ana niat, karep, rejo, jangka trus lagi dadi mulyo. Coba lakonono kuwi kabeh mesthi sing kuasa ngijabahi opo sing dikarepke”. Si Tri mung manggut – manggut sajak mbenerake apa sing diomongke mbah Rubiyem kuwi mau.

Pancen yo nyata, anakke mbah Rubiyem ana lima dadi wong sukses kabeh. Ana kang dadi penggedhe sing lungguh nang DPRD Jogja, ana sing dadi dosen tari nang kampus negeri, ana ugo kang dadi polisi sing tugase ing Polsek Prambanan, sing loro iseh kuliah ing Jakarta oleh beasiswa S2 seko salah sawijining perusahaan gedhe. Senajano anak – anakke sukses kabeh, mbah Rubiyem tetep kukuh urip dhewe nang ndeso tanpo ono sing ngancani. Tetep urip sak anane, sak madya ora aneh – aneh, sing penting urip jujur lan setiti ugo ngati – ati ojo nganti gawe lelara marang liyan.

Tangga teparo sakjane wes ngandhani marang mbah Rubiyem, “Mbah, panjenengan menika sampun sepuh. Mbok ya leren, sampun wektunipun panjenengan melu anak, urip seneng diladheni anak. Momong putu lan lenggahan mawon, mboten sah kerja abot - abot”. Dasar mbah Rubiyem rada ngeyel mangkene leh semaur, “Yo ben, rapopo aku urip sengsoro sing penting anak – anakku pada mulyo”. Tanggane sing mau ngandani langsung meneng klakep koyo orong – orong kepidhak, ora bisa muni opo – opo. “Ngene lho. Aku ki manut karo pesenne bopo ibu mbiyen, kepiye – kepiye kudu nunggu omah iki ojo nganti ditinggal ojo nganti didol. Kon terus nang kene seko kuncung nganti gelung”, guneme mbah Rubiyem.

“Uwong saiki daksawang – sawang ki wes padha ora nggathekake omongane wong tua, wis ora bisa nindhakke amanah. Dadi uwong ki kudu patuh lan mirengke marang wong tuwa, kepiyeo wong tuwa ki karepe apik. Nglatih uwong ben do tanggung jawab”, Sambunge mbah Rubiyem. “Semono ugo kae uwong – uwong sing lenggah dadi penggedhe nang Senayan. Wes ora amanah maneh, wes nglanggar perintahe sing kuasa. Opo kae jenenge? Korupsi? Owalah jan, wes jaman edan. Nek ora melu edan ra komanan”. Tutik lan Tari sing ket mau ngrungokake ugo mbenerke, “Inggih mbah”.

“Urip ki tansah prasojo, ngugemi opo wae sing paringake gusti. Mesti satuhu pinuju lan pamuji marang sing gawe urip. Nrima ing pandum. Ojo lali kuwi”, ngono kojahe mbah Rubiyem kanthi mesem. 


*Dengerin tuh kata-kata Simbah :P